Thursday, February 27, 2014

5 Tips Mengajarkan Anak Cara Menabung Sejak Dini

Hemat pangkal kaya, sebuah ungkapan yang tidak asing di telinga kita. Salah satu cara menghemat pengeluaran adalah dengan menabung. Jadi kenalkan cara menabung pada anak sejak dini.

Kapan kita bisa mulai mengajarkan si kecil cara menabung? Jawabannya sedini mungkin. Apakah mereka sudah mengerti? Ya, si kecil sudah bisa menilai perilaku orang dewasa sejak mereka telah terlahir ke dunia dan mulai belajar memahami sekelilingnya.

Apa saja yang bisa kita ajarkan mengenai cara menabung kepada si kecil? Tentunya bertahap sesuai dengan usia mereka. Untuk usia bawah satu tahun, kita hanya bisa mengajarkan melalui kebiasaan kita sehari-hari. Sebagai contoh sederhana, kita bisa mebiasakan si kecil untuk mengenal kotak 'celengan' sebagai tempat menyimpan uang pemberian kakek-nenek ataupun kerabat.


tabungan

Untuk anak-anak di tahapan usia selanjutnya, Anda sudah mulai bisa mengajarkan cara menabung berikut:

  • Batasan Keuangan
Mengenalkan batasan keuangan kepada si kecil sebagai langkah untuk mengajarkan cara menabung bagi mereka.

Hal ini bisa dimulai dengan kebiasaan memberikan batasan uang saku harian. Misal, jika si kecil memiliki uang Rp. 10.000,- maka dia tidak akan bisa membeli sesuatu melebihi jatah harian tersebut. Meskipun si kecil merengek untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, Anda harus bersikap tegas untuk menanamkan kebiasaan cara mengatur keuangan mereka sejak dini.
  • Membeli Sesuatu
Anda bisa memberikan pemahaman kepada si kecil bahwa menabung bisa membuat mereka memenuhi keinginan mereka.

Misalkan saja saat itu si kecil sedang menginginkan sepeda mini, ajarkan si kecil untuk menyisihkan uang saku harian mereka. Anda juga bisa sekaligus menerapkan perhitungan angka dengan contoh. Jika sepeda mini harganya Rp. 500.000,- si kecil bisa menabung Rp. 5.000,- setiap hari maka dalam 100 hari (tunjukkan kapan kira-kira si kecil bisa mendapatkan sepeda impiannya tersebut. Berikan pula perbandingan jika si kecil mau menyisihkan uang saku hariannya lebih banyak lagi maka dia akan mendapatkan sepeda impiannya lebih cepat lagi.


Dengan begitu si kecil akan terbiasa untuk melakukan cara menabung setiap kali dia menginginkan untuk membeli sesuatu yang dia inginkan.
  • Tujuan Jangka Panjang
Untuk anak-anak yang sudah berusia SD, Anda bisa memberikan pemahaman lebih kompleks lagi untuk cara menabung agar dapat memenuhi rencana jangka panjang mereka.

Misalkan saja si kecil ingin melanjutkan sekolah di sekolah favorit, maka Anda bisa mengajarkan mereka cara menabung agar dia bisa memenuhi keinginannya memasuki sekolah favorit tersebut dengan biaya dari hasil tabungannya sendiri.


Hal ini sekaligus untuk mulai mengajarkan tanggungjawab dan kemandirian anak sejak dini.
  • Investasi Masa Depan
Untuk anak yang sudah mulai tumbuh remaja, bisa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Anda bisa memberikan banyak contoh dari apa yang telah Anda raih. Misalnya saja, Anda berikan gambaran bahwa sejak remaja Anda sudah rajin menabung dan tabungan tersebut bisa Anda belikan sebuah rumah atau tanah yang bisa menjadi investasi masa depan, dimana harga properti tersebut bisa lebih mahal di masa mendatang.


Atau Anda juga bisa jelaskan bahwa pendidikan juga merupakan investasi masa depan yang bisa menjamin kehidupan mereka di masa dewasa. Bahwa dengan bersekolah yang tinggi (membutuhkan biaya sehingga perlu menabung), maka seseorang akan memiliki ilmu dan kepandaian yang bisa dijadikan bekal untuk bekerja dan menjadi seorang yang profesional di bidangnya.
  • Informasi Tentang Kartu Kredit dan Berhutang
Untuk anak-anak yang sudah mulai menginjak sekolah lanjutan, Anda juga dapat memberi informasi tentang kartu kredit kepada mereka, termasuk kerugian berhutang dibandingkan dengan keuntungan menabung.

OLD NEWSPAPER
Share this article to your friends :

0 comments:

Post a Comment

Follow me on Blogarama