Program Beasiswa StuNed
Prioritas meraih beasiwa StuNed atau Studeren in Nederland memang diberikan untuk staf mitra kerja Kedutaan Besar Belanda dan tidak ada batas umur untuk pelamar. Namun, perlu dijadikan catatan, bahwa pelajar yang terpilih harus memiliki potensi memberikan kontribusi untuk pembangunan Indonesia dan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda.

"Kegagalan umumnya karena tidak memenuhi persyaratan, seperti aplikasi yang tidak lengkap, nilai TOEFL atau IELTS yang rendah, IPK tidak mencukupi, serta tidak ada letter of acceptance dari universitas di Belanda," ujar Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/2/2014) pekan lalu.

Untuk tahun ini, batas waktu aplikasi beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland untuk jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara itu, batas aplikasi untuk Short Course sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October. Panitia seleksi StuNed akan memilih pelajar Indonesia terbaik yang berhak meraih beasiswa ini (Baca: Asyik... Beasiswa StuNed Terbuka untuk Semua Profesional Muda!).

"Intinya, sangat kelihatan aplikasi yang hanya iseng-iseng berhadiah dan punya yang ‘drive’ tinggi. Harus jelas apa keinginan mereka, seperti apa masa depan mereka bayangkan, apa yang bisa mereka kontribusikan untuk negara sepulangnya dari Belanda nanti," kata Indy.

Indy menuturkan, StuNed merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career profesional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Program ini digulirkan sebagai bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada 2015.

Kerangka kerja sama bilateral antara Belanda dengan Indonesia itu tercantum dalam MultiAnnual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki lima bidang prioritas. Kelima bidang itu meliputi manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut, program beasiswa StuNed memiliki tujuan untuk membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia.

Melalui program beasiswa ini, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application (Baca: Kenapa Gagal Meraih StuNed? Simak Syaratnya!).

"Beasiswa StuNed terbuka untuk semua profesional muda Indonesia yang berprestasi. Lewat program beasiswa ini para pelajar Indonesia bisa mengambil studi S-2 atau kursus singkat di Belanda," kata Indy.(Sumber: KOMPAS.com)

Baca juga :

Written by: Ferry Bachtiar
OLD NEWSPAPER, Updated at: Thursday, February 27, 2014
StuNed
Untuk tahun ini, batas waktu aplikasi beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland untuk jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara itu, batas aplikasi untuk Short Course sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October. Panitia seleksi StuNed akan memilih para pelajar Indonesia terbaik yang berhak meraih beasiswa ini.

Prioritas beasiwa ini memang diberikan untuk staf mitra kerja Kedutaan Besar Belanda dan tidak ada batas umur untuk pelamar. Namun, perlu dijadikan catatan, bahwa pelajar yang terpilih harus memiliki potensi memberikan kontribusi untuk pembangunan Indonesia dan hubungan bilateral Indonesia & Belanda.

"Kegagalan umumnya karena tidak memenuhi persyaratan, seperti aplikasi yang tidak lengkap, nilai TOEFL atau IELTS yang rendah, IPK tidak mencukupi, serta tidak ada letter of acceptance dari universtias di Belanda," ujar Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/2/2014)

Untuk itulah, bagi Anda yang tertarik melamar beasiswa ini, ada baiknya menyimak syarat-syaratnya berikut ini:
  1. Pelamar beasiswa adalah Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan fotokopi KTP atau Kartu Dinas Pegawai Negeri.
  2. Pelamar dinyatakan telah diterima di salah satu program Master atau Short Course yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan tinggi di Belanda. Hal ini harus dibuktikan dengan Surat Penerimaan (letter of acceptance/admission letter) dari universitas di Belanda yang mencantumkan dengan jelas nama program studi, tanggal awal, dan akhir program studi yang dipilih, serta total biaya perkuliahan.
  3. Pendidikan minimal S-1 atau setara dan pelamar dapat menunjukkan bukti prestasi akademik (IPK min. 2,75) yang dibuktikan dengan transkrip dan ijazah yang dilegalisir dengan tanggal dan tahun kelulusan tercantum di dalamnya.
  4. Persetujuan dari institusi atau tempat bekerja dibuktikan dengan pernyataan resmi dari pimpinan institusi di atas materai yang menyatakan bahwa stafnya diizinkan untuk studi di Belanda. Pernyataan ini dituliskan di formulir StuNed.
  5. Pelamar harus menyertakan pernyataan bersedia mengikuti dan menyelesaikan seluruh perkuliahan selama menerima beasiswa yang dituliskan di formulir StuNed.
  6. Pelamar memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Untuk beasiswa Master harus memiliki Internet Based Test (IBT) TOEFL dengan skor minimal 79, atau IELTS minimal 6.0. Adapun untuk Short Course harus memiliki Internet Based Test (IBT) TOEFL dengan skor minimal 68, atau IELTS minimal 5.5.
  7. Pelamar melampirkan riwayat hidup (Curriculum Vitae) dengan menggunakan formulir standar yang terdapat di website.
(Sumber: KOMPAS.com)

Baca juga :

Written by: Ferry Bachtiar
OLD NEWSPAPER, Updated at: Thursday, February 27, 2014
beasiswa StuNed
Beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland sekarang terbuka untuk semua profesional muda Indonesia yang berprestasi. Lewat program beasiswa ini para pelajar Indonesia bisa mengambil studi S-2 atau kursus singkat di Belanda.

"Prioritas tidak lagi diberikan kepada partner institusi, tapi lebih ke pelamar yang memang memiliki keunggulan karir dan prestasi akademik," ujar Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/2/2014)

"Selain itu, mereka juga disyaratkan bekerja pada institusi yang berkaitan dengan area prioritas kerjasama bilateral kedua negara tersebut," tambahnya.

Indy memaparkan, StuNed merupakan program beasiswa bilateral antara Belanda dan Indonesia yang bertujuan membantu pembangunan di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia. Ada 5 bidang prioritas pada program beasiswa ini, yaitu pengelolaan air, ketahanan pangan, sektor ekonomi, sektor peradilan, dan hak asasi manusia.

Sejak 2000, StuNed memberikan rata-rata 250 beasiswa penuh per tahun. Penilaian prestasi terutama didasarkan pada nilai akademis (IPK) program S-1 dan atau pencapaian karir selama bekerja.

"Proses seleksi akan memprioritaskan program studi yang berkaitan dengan kerjasama bilateral," ujarnya.

Nantinya, panitia seleksi StuNed akan memilih para pelajar Indonesia terbaik yang memiliki potensi memberikan kontribusi untuk pembangunan Indonesia dan hubungan bilateral Indonesia & Belanda. Namun, untuk mendaftar beasiswa ini, pelamar harus lebih dulu memiliki Surat Penerimaan dari universitas di Belanda.

Untuk tahun ini, batas waktu aplikasi beasiswa jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara untuk Short Course batas aplikasinya sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October.(Sumber: KOMPAS.com)

Baca juga :

Written by: Ferry Bachtiar
OLD NEWSPAPER, Updated at: Thursday, February 27, 2014
scholarship application
StuNed atau Studeren in Nederland merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career profesional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Program ini digulirkan sebagai bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada 2015.

Kerangka kerja sama bilateral antara Belanda dengan Indonesia itu tercantum dalam MultiAnnual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki lima bidang prioritas. Kelima bidang itu meliputi manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut, program beasiswa StuNed memiliki tujuan untuk membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia. Melalui program beasiswa ini, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application.

"Beasiswa StuNed terbuka untuk semua profesional muda Indonesia yang berprestasi. Lewat program beasiswa ini para pelajar Indonesia bisa mengambil studi S-2 atau kursus singkat di Belanda," kata Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia.

Untuk seleksi 2014, perhatian khusus akan diberikan pada para pelajar berprestasi yang memiliki rencana studi di area-area berkaitan dengan kerja sama bilateral Indonesia dan Belanda, seperti ekonomi, hak asasi manusia (HAM), ketahanan pangan, pengelolaan air, dan peradilan.

"Mereka juga disyaratkan bekerja pada institusi yang berkaitan dengan area prioritas kerjasama bilateral kedua negara tersebut," ujarnya.(Sumber: Kompas.com)

Baca juga :

Written by: Ferry Bachtiar
OLD NEWSPAPER, Updated at: Thursday, February 27, 2014
Aurelien Chedjou Bek Galatasaray
Chedjou yakin golnya akan penting untuk membuka harapan timnya lolos ke babak berikut.

Bek Galatasaray Aurelien Chedjou yakin golnya yang menyamakan kedudukan melawan Chelsea membuka harapan buat tim mencapai delapan besar Liga Champions.

Skuat Jose Mourinho unggul cepat melalui Fernando Torres, tapi tuan rumah bangkit setelah jeda dan pemain 28 tahun berhasil meneruskan corner Wesley Sneijder sekaligus memastikan hasil imbang 1-1 jelang leg kedua.

“Kami main melawan salah satu tim prestisius di Eropa,” kata Chedjou kepada Uefa.com.

“Itu laga sulit. Gol ini vital untuk kami. Leg kedua akan sangat sulit. Kami masih punya peluang, gol itu membuat harapan kami terbuka.”

Gelandang Selcuk Inan berpikir timnya merespons dengan baik setelah mengalami kesulitan di 45 menit pertama di Turk Telekom Arena, tapi dia menyesalkan kegagalan mengepak kemenangan.

“Kami tahu ini akan jadi laga sulit. Kami tak bisa main sesuai dengan yang diinginkan di babak pertama, tapi kami bangkit di babak kedua. Kami sangat ingin pergi ke London dengan kemenangan, tapi itu tidak tejadi.” (Oleh: Dewi Agreniawati)

Baca juga :

Written by: Ferry Bachtiar
OLD NEWSPAPER, Updated at: Thursday, February 27, 2014